Dengan selesainya fase liga, 2025/26 UEFA Europa League kini menyisakan 24 kandidat juara. Panduan ini menjelaskan siapa yang lolos langsung ke Babak 16 Besar, siapa yang harus melewati play-off fase gugur, serta storyline utama menjelang fase paling menentukan — dengan waktu kick-off juga ditampilkan untuk Indonesia (WIB).
Liga Europa kini masuk mode fase gugur
Perburuan gelar Liga Europa semakin memanas dengan 24 tim tersisa setelah fase liga berakhir. Mulai titik ini, formatnya jelas:
- Delapan besar di fase liga lolos langsung ke Babak 16 Besar
- Peringkat 9 sampai 24 masuk play-off fase gugur
- Play-off dimainkan dua leg; pemenang bergabung dengan delapan tim teratas di Babak 16 Besar
Jika kamu mengikuti jadwal dari Indonesia, perhatikan konversi waktu:
- 21:00 CET = 03:00 WIB (hari berikutnya)
- 18:45 CET = 00:45 WIB (hari berikutnya)
Sekilas: siapa yang lolos, siapa yang tersingkir
Dipastikan lolos ke Babak 16 Besar
Aston Villa (ENG), Braga (POR), Freiburg (GER), Lyon (FRA), Midtjylland (DEN), Porto (POR), Real Betis (ESP), Roma (ITA)
Dipastikan masuk play-off fase gugur
Bologna (ITA), Brann (NOR), Celta Vigo (ESP), Celtic (SCO), Crvena Zvezda (SRB), Fenerbahçe (TUR), Ferencváros (HUN), Genk (BEL), GNK Dinamo (CRO), Lille (FRA), Ludogorets (BUL), Nottingham Forest (ENG), Panathinaikos (GRE), PAOK (GRE), Stuttgart (GER), Viktoria Plzeň (CZE)
Tersingkir setelah fase liga
Basel (SUI), FCSB (ROU), Feyenoord (NED), Go Ahead Eagles (NED), Maccabi Tel Aviv (ISR), Malmö (SWE), Nice (FRA), Rangers (SCO), Salzburg (AUT), Sturm Graz (AUT), Utrecht (NED), Young Boys (SUI)
Tanggal penting fase gugur (CET + WIB)
- Play-off fase gugur: 19 & 26 Februari 2026
(kick-off umum 21:00 CET / 03:00 WIB, kecuali ada keterangan lain) - Babak 16 Besar: 12 & 19 Maret 2026
- Perempat final: 9 & 16 April 2026
- Semi-final: 30 April & 7 Mei 2026
- Final: 20 Mei 2026 (Istanbul)
Tim Babak 16 Besar: kenapa mereka penting
Berikut delapan klub yang mendapat jalur langsung ke 16 besar. Peringkat koefisien UEFA disebutkan sesuai dataset kamu (akurat per undian fase liga).
Aston Villa (Inggris)
Peringkat koefisien UEFA: 28
Cara lolos: Peringkat enam di Inggris
Musim lalu: Perempat final Liga Champions (K 4–5 agregat vs Paris)
Posisi fase liga: 2
Prestasi terbaik UEFA Cup/Liga Europa: Perempat final (1977/78, 1997/98)
Liga phase Villa tampil level elite: mereka finis dengan 21 poin, sama dengan Lyon di puncak. Namun, cerita besarnya ada pada pelatih: Unai Emery punya rekam jejak Liga Europa terbaik di era modern, dan timnya biasanya makin tajam saat tekanan fase gugur meningkat. Secara sejarah, Villa belum pernah melewati perempat final kompetisi ini, tetapi tren Eropa mereka belakangan menunjukkan potensi yang lebih tinggi dibanding arsip lama klub.
Braga (POR)
Peringkat koefisien UEFA: 44
Cara lolos: Kualifikasi play-off
Musim lalu: Fase liga (25/36)
Posisi fase liga: 6
Prestasi terbaik Liga Europa: Runner-up (2010/11)
Braga adalah contoh klub “kelas menengah atas” Eropa yang stabil: disiplin taktik, sulit dibantai, dan nyaman di pertandingan dua leg. Final 2011 masih jadi patokan, tetapi posisi mereka di 2025/26 menunjukkan tim yang bisa menang dengan beberapa cara — terutama saat pertandingan berubah jadi duel kesabaran, bukan adu chaos.
Freiburg (GER)
Peringkat koefisien UEFA: 56
Cara lolos: Peringkat lima di Jerman
Musim lalu: Tidak bermain di kompetisi Eropa
Posisi fase liga: 7
Prestasi terbaik Liga Europa: Babak 16 Besar (2022/23, 2023/24)
Reputasi Freiburg dibangun dari kohesi dan kontinuitas kepelatihan. Itu penting di fase gugur, ketika “sistem” sering mengalahkan “nama besar”. Rekor fase liga mereka (lima menang, dua imbang) menggambarkan tim yang minim kesalahan. Jika mereka bisa menghindari momen ekstrem seperti kartu merah dini atau gol bola mati yang mengubah segalanya, Freiburg adalah tipe lawan yang tidak diinginkan siapa pun di bulan Maret.
Lyon (Prancis)
Peringkat koefisien UEFA: 31
Cara lolos: Peringkat enam di Prancis
Musim lalu: Perempat final (K 6–7 agregat vs Manchester United)
Posisi fase liga: 1
Prestasi terbaik Liga Europa: Semi-final (2016/17)
Sebagai pemuncak fase liga, Lyon terlihat seperti paket paling komplet di turnamen ini. Pencapaian terbaik mereka di Liga Europa terjadi pada 2016/17, dan mereka berkali-kali membuktikan mampu menjaga ritme Eropa. Finis pertama juga mengisyaratkan kualitas yang paling “transferable” ke fase gugur: sanggup menang tandang, dan kuat di berbagai skenario permainan.
Midtjylland (Denmark)
Peringkat koefisien UEFA: 55
Cara lolos: Kualifikasi play-off
Musim lalu: Play-off fase gugur (K 3–7 agregat vs Real Sociedad)
Posisi fase liga: 3
Prestasi terbaik Liga Europa: Round of 32 (2015/16), play-off fase gugur (2022/23, 2024/25)
Kisah Midtjylland adalah blueprint sepak bola modern: rekrutmen dengan logika jelas, identitas taktik jelas, dan performa kandang yang kuat di Eropa. Finis ketiga membuat mereka melewati play-off Februari — keuntungan besar ketika klub-klub lain harus mengelola cedera dan jadwal domestik yang padat.
Porto (POR)
Peringkat koefisien UEFA: 21
Cara lolos: Peringkat tiga di Portugal
Musim lalu: Play-off fase gugur (K 3–4 agregat vs Roma)
Posisi fase liga: 5
Prestasi terbaik Liga Europa: Juara (2002/03, 2010/11)
Porto adalah salah satu klub paling “siap fase gugur” di kompetisi ini. Identitas Eropa mereka dibangun dari manajemen momen: menjaga keunggulan, memenangkan duel taktis, dan mematikan lawan lewat bola mati serta transisi. Finis fase liga yang tegas (termasuk menang 3–1 atas Rangers) kembali menegaskan DNA Porto: muncul ketika taruhannya naik.
Real Betis (Spanyol)
Peringkat koefisien UEFA: 25
Cara lolos: Peringkat enam di Spanyol
Musim lalu: Runner-up Conference League (K 1–4 vs Chelsea)
Posisi fase liga: 4
Prestasi terbaik Liga Europa: Babak 16 Besar (beberapa musim)
Betis masuk fase gugur dengan pengalaman tekanan final Eropa dari musim lalu. Kelebihan mereka ada pada kualitas teknik dan kontrol permainan; risikonya adalah volatilitas saat laga berubah emosional atau kacau. Jika mereka menjaga ritme tetap terstruktur, peluang untuk melaju jauh itu nyata.
Roma (ITA)
Peringkat koefisien UEFA: 12
Cara lolos: Peringkat lima di Italia
Musim lalu: Perempat final Liga Europa (K 3–4 vs Athletic Club)
Posisi fase liga: 8
Prestasi terbaik Liga Europa: Runner-up (1990/91, 2022/23)
Roma dibangun untuk pertandingan dua leg: kontrol pragmatis, bertahan situasional, dan cukup kualitas individu untuk menentukan momen. Mereka mungkin bukan favorit secara gaya bermain, tetapi secara strategi Roma adalah ancaman — terutama karena konsistensi Eropa mereka dalam beberapa musim terakhir.
Play-off fase gugur: 16 tim yang masih harus berjuang
Play-off adalah zona paling brutal: form, kedalaman skuad, dan manajemen pertandingan bertabrakan. Satu kesalahan bisa mengubah 180 menit.
Bologna (ITA)
Peringkat koefisien UEFA: 80
Lawan play-off: Brann
Cara lolos: Juara piala di Italia
Musim lalu: Fase liga Liga Champions (28/36)
Posisi fase liga: 10
Prestasi terbaik Liga Europa: Semi-final (1998/99)
Bologna membawa kombinasi momentum dan narasi: debut Liga Champions musim lalu lalu menutupnya dengan trofi domestik besar. Di fase gugur, keunggulan mereka ada pada intensitas kandang dan energi stadion yang jarang merasakan atmosfer knock-out Eropa.
Brann (NOR)
Peringkat koefisien UEFA: 139
Lawan play-off: Bologna
Cara lolos: Kualifikasi play-off
Musim lalu: Play-off kualifikasi Conference League (K 2–3 agregat vs Astana)
Posisi fase liga: 24
Prestasi terbaik Liga Europa: Round of 32 (2007/08)
Brann lolos di slot terakhir, yang sering memunculkan mentalitas “tidak ada yang bisa hilang”. Cerita mereka mencakup kebangkitan cepat di liga domestik dan kualifikasi yang meyakinkan. Untuk tim underdog, kuncinya adalah membuat laga jadi “berantakan” dan menjaga leg pertama tetap hidup.
Celta Vigo (ESP)
Peringkat koefisien UEFA: 104
Lawan play-off: PAOK
Cara lolos: Peringkat tujuh di Spanyol
Musim lalu: Tidak bermain di kompetisi Eropa
Posisi fase liga: 16
Prestasi terbaik Liga Europa: Semi-final (2016/17)
Potensi Celta itu nyata: semi-final 2016/17 membuktikan mereka bisa melaju jauh ketika skuad klik. Mereka berbahaya karena tidak bermain seperti tim Spanyol “menengah” yang biasa; ketika transisi terbuka, mereka bisa sangat mematikan.
Celtic (SCO)
Peringkat koefisien UEFA: 58
Lawan play-off: Stuttgart
Cara lolos: Kualifikasi play-off Liga Champions
Musim lalu: Play-off fase gugur Liga Champions (K 2–3 agregat vs Bayern)
Posisi fase liga: 21
Prestasi terbaik Liga Europa: Runner-up (2002/03)
Atmosfer kandang Celtic adalah keuntungan strategis, bukan sekadar klise. Final 2003 masih membentuk identitas klub, dan skuad modern mereka cenderung naik performanya saat energi stadion tinggi. Tantangannya adalah kontrol leg tandang, karena di situlah banyak tie Eropa biasanya lepas.
Crvena Zvezda (SRB)
Peringkat koefisien UEFA: 53
Lawan play-off: Lille
Cara lolos: Kualifikasi play-off Liga Champions
Musim lalu: Fase liga Liga Champions (29/36)
Posisi fase liga: 15
Prestasi terbaik Liga Europa: Runner-up (1978/79)
Juara Piala Eropa 1991 dan finalis UEFA Cup 1978/79, Crvena Zvezda punya tradisi Eropa yang nyata. Mereka bisa jadi mimpi buruk di tie ketat: bola mati, intensitas, dan keyakinan. Pertanyaannya: bisakah mereka menerjemahkan kekuatan kandang menjadi stabilitas tandang?
Fenerbahçe (TUR)
Peringkat koefisien UEFA: 40
Lawan play-off: Nottingham Forest
Cara lolos: Kualifikasi play-off Liga Champions
Musim lalu: Babak 16 Besar (K 3–3 agregat, kalah adu penalti 2–3 vs Rangers)
Posisi fase liga: 19
Prestasi terbaik Liga Europa: Semi-final (2012/13)
Fenerbahçe sangat cocok untuk pertandingan fase gugur yang penuh emosi. Puncak modern mereka 2012/13, dan profil skuad saat ini memberi sinyal mereka bisa menang lewat “momen”. Kelebihan utama: intensitas kandang. Risiko: disiplin dan kontrol emosi, terutama di leg kedua.
Ferencváros (Hungaria)
Peringkat koefisien UEFA: 50
Lawan play-off: Ludogorets
Cara lolos: Kualifikasi play-off Liga Champions
Musim lalu: Play-off fase gugur (K 1–3 agregat vs Viktoria Plzeň)
Posisi fase liga: 12
Prestasi terbaik Liga Europa: Semi-final (1971/72)
Ferencváros turun ke play-off setelah terlempar dari delapan besar di fase liga. Mereka biasanya paling kuat saat bisa proaktif di kandang — bahaya muncul ketika tie menjadi terlalu reaktif dan konservatif. Melawan Ludogorets, margin bisa ditentukan bola mati dan manajemen game state.
Genk (BEL)
Peringkat koefisien UEFA: 79
Lawan play-off: GNK Dinamo
Cara lolos: Kualifikasi play-off
Musim lalu: Tidak bermain di kompetisi Eropa
Posisi fase liga: 9
Prestasi terbaik Liga Europa: Perempat final (2016/17)
Genk nyaris lolos langsung, artinya mereka hanya kurang satu-dua momen untuk mendapatkan jalur yang lebih ringan. Perempat final 2016/17 membuktikan mereka bisa bertahan di panggung Eropa. Tie melawan Dinamo tampak paling seimbang di atas kertas.
GNK Dinamo (CRO)
Peringkat koefisien UEFA: 54
Lawan play-off: Genk
Cara lolos: Peringkat dua di Kroasia
Musim lalu: Fase liga Liga Champions (25/36)
Posisi fase liga: 23
Prestasi terbaik Liga Europa: Perempat final (2020/21)
Dinamo punya tradisi Eropa panjang, termasuk era sebelum struktur modern UEFA. Mereka konsisten menghasilkan pemain yang mampu menentukan tie. Posisi mereka nyaris tersingkir di fase liga; sekarang pertanyaannya apakah performa tandang bisa menyamai identitas kuat mereka di kandang.
Lille (FRA)
Peringkat koefisien UEFA: 29
Lawan play-off: Crvena Zvezda
Cara lolos: Peringkat lima di Prancis
Musim lalu: Babak 16 Besar Liga Champions (K 2–3 agregat vs Dortmund)
Posisi fase liga: 18
Prestasi terbaik Liga Europa: Babak 16 Besar (beberapa musim)
Kekuatan Lille adalah adaptasi. Mereka bisa bermain possession, pressing, atau bertahan rendah lalu menyerang balik — kualitas yang sangat berguna dalam laga dua leg. Tantangan historisnya adalah mengonversi dominasi menjadi gol saat tie menjadi ketat.
Ludogorets (BUL)
Peringkat koefisien UEFA: 74
Lawan play-off: Ferencváros
Cara lolos: Kualifikasi play-off
Musim lalu: Fase liga (33/36)
Posisi fase liga: 22
Prestasi terbaik Liga Europa: Babak 16 Besar (2013/14)
Dominasi domestik tidak selalu otomatis berlaku di Eropa, tetapi Ludogorets cukup berpengalaman untuk tidak “kaget” oleh momen. Kunci mereka adalah konsentrasi bertahan: satu kelengahan bisa menghapus 70 menit kerja bagus.
Nottingham Forest (ENG)
Peringkat koefisien UEFA: 85
Lawan play-off: Fenerbahçe
Cara lolos: Peringkat tujuh di Inggris
Musim lalu: Tidak bermain di kompetisi Eropa
Posisi fase liga: 13
Prestasi terbaik Liga Europa: Semi-final (1983/84)
Sejarah Forest sangat besar, tetapi pengalaman Eropa modern mereka minim — bisa jadi kelemahan, bisa juga jadi motivator. Hasil besar di akhir fase liga mengirim sinyal percaya diri. Melawan Fenerbahçe, tie ini kemungkinan ditentukan oleh apakah Forest bisa tetap tenang di Istanbul.
Panathinaikos (GRE)
Peringkat koefisien UEFA: 78
Lawan play-off: Viktoria Plzeň
Cara lolos: Kualifikasi play-off
Musim lalu: Babak 16 Besar Conference League (K 4–5 agregat vs Fiorentina)
Posisi fase liga: 20
Prestasi terbaik Liga Europa: Perempat final (1987/88, 2002/03)
Panathinaikos membawa identitas klub besar dan lemari trofi domestik yang kuat. Di Eropa, keunggulan mereka adalah resiliensi — mereka cenderung tetap “hidup” dalam pertandingan. Tantangan terbesarnya adalah menciptakan peluang bersih melawan lawan yang terstruktur.
PAOK (GRE)
Peringkat koefisien UEFA: 51
Lawan play-off: Celta Vigo
Cara lolos: Kualifikasi play-off
Musim lalu: Play-off fase gugur (K 1–4 agregat vs FCSB)
Posisi fase liga: 17
Prestasi terbaik Liga Europa: Round of 32 / play-off (beberapa musim)
Profil PAOK jelas: intensitas, serangan langsung, dan identitas yang kuat. Mereka mencetak 17 gol di fase liga, tanda ancaman nyata, tetapi mereka butuh kontrol defensif untuk menahan transisi cepat Celta.
Stuttgart (GER)
Peringkat koefisien UEFA: 77
Lawan play-off: Celtic
Cara lolos: Juara piala di Jerman
Musim lalu: Fase liga Liga Champions (26/36)
Posisi fase liga: 11
Prestasi terbaik Liga Europa: Runner-up (1988/89)
Stuttgart rapi dan berbahaya, dan mereka nyaris lolos langsung. Rekam jejak final Eropa memberi kredibilitas, tetapi tie melawan Celtic kemungkinan ditentukan oleh manajemen atmosfer di laga tandang dan kemampuan mengontrol tempo.
Viktoria Plzeň (CZE)
Peringkat koefisien UEFA: 47
Lawan play-off: Panathinaikos
Cara lolos: Kualifikasi putaran ketiga Liga Champions
Musim lalu: Babak 16 Besar (K 2–3 agregat vs Lazio)
Posisi fase liga: 14
Prestasi terbaik Liga Europa: Babak 16 Besar (beberapa musim)
Plzeň adalah tipe “tim sistem” Eropa klasik: terorganisir, sabar, dan sulit diguncang. Dalam play-off, reliabilitas seperti ini bernilai besar. Jalur mereka sering ditentukan oleh kontrol leg pertama: jangan kebobolan lebih dulu, jaga tie tetap di atas rel mereka.
Hal yang perlu diperhatikan di play-off
Manajemen tie lebih penting daripada gaya
Di Februari, tim jarang berada di puncak fisik. Tim yang lolos biasanya yang:
- mengontrol transisi
- menghindari kekacauan disiplin
- mengelola game state (unggul vs mengejar)
- memaksimalkan bola mati dengan efisien
Keunggulan kandang itu nyata
Beberapa stadion di babak ini bisa mengubah tie sendirian. Jika kamu membuat proyeksi, masukkan faktor “efek leg kandang” alih-alih menganggap dua leg setara.
Referensi cepat: timeline fase gugur Liga Europa (CET + WIB)
- Play-off fase gugur: 19 & 26 Februari 2026
(umumnya 21:00 CET / 03:00 WIB, kecuali ada keterangan lain) - Babak 16 Besar: 12 & 19 Maret 2026
- Perempat final: 9 & 16 April 2026
- Semi-final: 30 April & 7 Mei 2026
- Final: 20 Mei 2026 (Istanbul)
Di mana mengikuti kompetisi di Europaleaguein
Untuk hasil pertandingan terbaru, agregat, dan klasemen yang diperbarui, buka halaman Results kami.
Untuk update skuad, kabar cedera, dan preview taktik, kunjungi bagian Europa League News kami.